Happy Birthday to MEEEEEEEEEEEE....
Actually it was yesterday. My office mates thought it was today *sigh*
Got this beautiful article when I was checking e-mail early in the morning. And guess what, when I checked the date it was sent on December, 29, 2007!!! Gee....
Dua Sisi Sifat Manusia
"Ketika Kekayaan Hilang, sebenarnya tidak ada yang hilang. Ketika Kesehatan hilang, sebenarnya ada sesuatu yang hilang. Ketika Karakter Hilang, semua hilang." (Billy Graham)
"Tebarkanlah Pikiran dan kita menuai Perbuatan, Tebarkanlah Perbuatan maka akan kita tuai Kebiasaan,
tebarkanlah Kebiasaan pun kita akan tuai Karakter,dan tebarkanlah Karakter maka itu akan membentuk nasib kita"
Dua Sisi Sifat Manusia
Seorang anak bertanya kepada ayahnya mengapa dia mudah sekali tersinggung,
gampang marah, tdk tenang dan selalu punya prasangka buruk terhadap orang
lain. Dia ingin tahu cara mengubah perangainya...
Sang ayah berkata, bahwa dalam diri manusia ada dua "Penjaga". Penjaga putih
dan Penjaga hitam. Penjaga hitam selalu berpikiran negatif, mudah marah dan
selalu punya prasangka buruk. Sedang Penjaga putih selalu berpikiran
positif, baik hati, dan suka hidup damai. Setiap hari kedua penjaga ini
selalu berkelahi dalam hati manusia.
Lalu siapakah yang menang? tanya si anak.
Yang menang adalah yg setiap hari kau beri makan, kata sang ayah.
Sebuah contoh, saat ujian tiba, penjaga putih akan menyuruh kamu belajar
dengan tekun tetapi sebaliknya penjaga hitam akan menyuruh kamu untuk
menyontek teman sebelah kamu. Anak tersebut mengangguk-angguk mendengarkan
nasehat ayahnya.
Sebelum meninggal, almarhum ayah saya pernah berkata :
"Diri kita adalah apa yang kita pikirkan. Kita akan menjadi seperti apa yang
kita pikirkan tentang diri kita. Mengapa pikiran itu begitu besar
pengaruhnya?. Ternyata pikiran-pikiran yg kita masukkan dalam diri kita akan
mempengaruhi perilaku kita sehari-hari, prilaku akan membentuk sifat, sifat
akan membentuk kebiasaan dan kebiasaanlah yang akan menentukan nasib kita".
Memang nasib manusia berada dan ditentukan oleh Tuhan, tetapi manusia juga
mempunyai pilihan untuk menentukan nasibnya sebelum hal itu terjadi. Karena
Tuhan tidak akan merubah nasib umat-Nya kalau manusia itu sendiri tidak mau
merubahnya.
Jadi mulai saat ini masukkanlah pikiran-pikiran positif yang bermanfaat
dalam diri kita, buanglah jauh-jauh rasa iri hati, dendam, benci dan pikiran
negatif lainnya yang bisa merugikan kita. Janganlah kita memberi makan
kepada "penjaga hitam" yang ada dalam diri kita.
Karena percayalah bahwa setiap langkah yang kita ambil atas ijin-NYA, maka akan membuahkan hasil yang baik.
Ingatlah bahwa : "Jika kita menanam anggur, tidak mungkin kita menuai duri".
"Tebarkanlah Pikiran dan kita menuai Perbuatan, Tebarkanlah Perbuatan maka akan kita tuai Kebiasaan,
tebarkanlah Kebiasaan pun kita akan tuai Karakter,dan tebarkanlah Karakter maka itu akan membentuk nasib kita"
Dua Sisi Sifat Manusia
Seorang anak bertanya kepada ayahnya mengapa dia mudah sekali tersinggung,
gampang marah, tdk tenang dan selalu punya prasangka buruk terhadap orang
lain. Dia ingin tahu cara mengubah perangainya...
Sang ayah berkata, bahwa dalam diri manusia ada dua "Penjaga". Penjaga putih
dan Penjaga hitam. Penjaga hitam selalu berpikiran negatif, mudah marah dan
selalu punya prasangka buruk. Sedang Penjaga putih selalu berpikiran
positif, baik hati, dan suka hidup damai. Setiap hari kedua penjaga ini
selalu berkelahi dalam hati manusia.
Lalu siapakah yang menang? tanya si anak.
Yang menang adalah yg setiap hari kau beri makan, kata sang ayah.
Sebuah contoh, saat ujian tiba, penjaga putih akan menyuruh kamu belajar
dengan tekun tetapi sebaliknya penjaga hitam akan menyuruh kamu untuk
menyontek teman sebelah kamu. Anak tersebut mengangguk-angguk mendengarkan
nasehat ayahnya.
Sebelum meninggal, almarhum ayah saya pernah berkata :
"Diri kita adalah apa yang kita pikirkan. Kita akan menjadi seperti apa yang
kita pikirkan tentang diri kita. Mengapa pikiran itu begitu besar
pengaruhnya?. Ternyata pikiran-pikiran yg kita masukkan dalam diri kita akan
mempengaruhi perilaku kita sehari-hari, prilaku akan membentuk sifat, sifat
akan membentuk kebiasaan dan kebiasaanlah yang akan menentukan nasib kita".
Memang nasib manusia berada dan ditentukan oleh Tuhan, tetapi manusia juga
mempunyai pilihan untuk menentukan nasibnya sebelum hal itu terjadi. Karena
Tuhan tidak akan merubah nasib umat-Nya kalau manusia itu sendiri tidak mau
merubahnya.
Jadi mulai saat ini masukkanlah pikiran-pikiran positif yang bermanfaat
dalam diri kita, buanglah jauh-jauh rasa iri hati, dendam, benci dan pikiran
negatif lainnya yang bisa merugikan kita. Janganlah kita memberi makan
kepada "penjaga hitam" yang ada dalam diri kita.
Karena percayalah bahwa setiap langkah yang kita ambil atas ijin-NYA, maka akan membuahkan hasil yang baik.
Ingatlah bahwa : "Jika kita menanam anggur, tidak mungkin kita menuai duri".
Hari ini Saya sedih banget. Berpisah dengan dua orang teman kantor Saya. Yang satu, Mba Dhita, dia resign karena dapat pekerjaan di tempat lain. She's my teacher. Dia sabar banget ngajarin Saya. Sabar menghadapi Saya yang banyak nanya dan kadang pelupa (;p). Yang satu lagi, Adon. He's special for me. My best friend. Kepada Adon Saya merasa sedih berkali-kali lipat. Kenapa? Karena tanpa Saya sadari Saya telah menyakiti hati dia :(
Yang namanya perpisahan pasti menyedihkan. Saya jadi teringat ketika Pantalaimon, demonnya Lyra, berubah menjadi musang untuk mendekati Ioerek si beruang kutub. Itu membuat Pan menjauhi Lyra ber meter-meter, dan hal itu pula menyebabkan rasa sakit di hati Lyra dan rasa sedih yang tak terperi. manusia mana yang tahan ketika demonnya menjauhi mereka. Akhirnya Lyra tak tahan. Ia menjelang Pantalaimon pun Pantalaimon berubah wujud menjadi kucing dan mereka berpelukan.
Tapi perpisahan bukan melulu sesuatu yang harus disedihkan. Saya berdoa semoga Mba Dhita dan Adon tetap semangat dan mendapatkan apa yang mereka cita-citakan, amiin... :)
Hujan pun menyambut pagi ini...*
*Message nya Adon di YM kemarin. Kira-kira begitu intinya.
Yang namanya perpisahan pasti menyedihkan. Saya jadi teringat ketika Pantalaimon, demonnya Lyra, berubah menjadi musang untuk mendekati Ioerek si beruang kutub. Itu membuat Pan menjauhi Lyra ber meter-meter, dan hal itu pula menyebabkan rasa sakit di hati Lyra dan rasa sedih yang tak terperi. manusia mana yang tahan ketika demonnya menjauhi mereka. Akhirnya Lyra tak tahan. Ia menjelang Pantalaimon pun Pantalaimon berubah wujud menjadi kucing dan mereka berpelukan.
Tapi perpisahan bukan melulu sesuatu yang harus disedihkan. Saya berdoa semoga Mba Dhita dan Adon tetap semangat dan mendapatkan apa yang mereka cita-citakan, amiin... :)
Hujan pun menyambut pagi ini...*
*Message nya Adon di YM kemarin. Kira-kira begitu intinya.
Nafas lembut itu membangunkanku
baunya wangi... jernih... suci...
jari-jemarinya yang halus dan lembut membelai-belai kedua pipiku
berkata-kata yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
Kedua mata bulan nan jernih itu menyambutku ketika kubuka kedua mataku yang masih lelah ini
serta-merta kantuk lenyap
seperti asap dari secangkir teh yang mengepul
perlahan merayap menghilang
Seketika hatiku berdoa...
Ya Allah, jadikanlah ia seorang Muslimah sejati...
baunya wangi... jernih... suci...
jari-jemarinya yang halus dan lembut membelai-belai kedua pipiku
berkata-kata yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
Kedua mata bulan nan jernih itu menyambutku ketika kubuka kedua mataku yang masih lelah ini
serta-merta kantuk lenyap
seperti asap dari secangkir teh yang mengepul
perlahan merayap menghilang
Seketika hatiku berdoa...
Ya Allah, jadikanlah ia seorang Muslimah sejati...
Have you ever felt that your heart is hurt. It's not caused of you just break up or something like that. Your heart is hurt for the reason that you even don't know. You feel like fall. Fall like leafs. You want to hold the tears. But you can't. Though you success to hold but it just makes your heart more hurt.
sniff...
sniff...
Actually, I just wanted to buy a business textbook for my brother when my eyes unintentionaly caught two books --which made my heart said "I have to buy them too.. Have to!"-- The Golden Compass by Philip Pullman and A Thousand Splendid Suns by Khaled Hosseini.
I just couldn't controlled myself at that time. I promised to myself not to buy books while I still have some books pending to read. Huhu...

I just couldn't controlled myself at that time. I promised to myself not to buy books while I still have some books pending to read. Huhu...



